Penanaman Pondasi Karakter Religius dan Disiplin Melalui Kegiatan Pembiasaan di SDN 52 Busu

Kota Bima, Jum'at 27 Februari 2026 _ Dalam rangka membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berdisiplin tinggi, SDN 52 Busu Kota Bima terus menanamkan pondasi karakter religius dan disiplin melalui berbagai kegiatan pembiasaan keagamaan di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut meliputi tadarus Al-Qur’an bersama, sholat Dhuha berjamaah, serta penyampaian kultum (kuliah tujuh menit) yang rutin dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai. Seluruh siswa-siswi mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat, didampingi oleh guru kelas dan guru Pendidikan Agama Islam.

Setiap pagi, siswa dibiasakan membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama. Kegiatan tadarus ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk suasana belajar yang religius dan menenangkan. Setelah tadarus, siswa melaksanakan sholat Dhuha berjamaah sebagai bentuk pembiasaan ibadah sunnah yang mengajarkan kedisiplinan waktu dan kekhusyukan dalam beribadah.

Selain itu, kultum singkat yang disampaikan secara bergiliran oleh guru menjadi sarana pembinaan mental dan karakter kepada peserta didik. Materi kultum biasanya berkaitan dengan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, pentingnya mencari ilmu, keutamaan bulan Ramadhan serta pentingnya menghormati guru dan orang tua.

Kepala sekolah Novi Puspitasari, S.Pd., dalam arahannya menegaskan pentingnya seluruh siswa-siswi untuk mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ia juga menekankan bahwa sikap disiplin harus menjadi bagian dari karakter peserta didik, baik dalam beribadah maupun dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa bapak dan ibu guru harus menjadi contoh atau role model bagi peserta didik, baik dalam hal kedisiplinan, keteladanan sikap, maupun dalam menjalankan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Keteladanan guru diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi pembentukan karakter siswa.

Sebagai bentuk tindak lanjut, setiap wali kelas diminta untuk mencatat guru ngaji masing-masing peserta didik serta memantau dan mendokumentasikan perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Hal ini menjadi salah satu harapan kepala sekolah agar pembinaan karakter religius tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar terpantau dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pembiasaan ini, pihak sekolah berharap dapat membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan konsistensi dan kerja sama seluruh warga sekolah, SDN 52 Busu Kota Bima optimis dapat melahirkan generasi yang religius, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.